
Followers
Monday, January 31, 2011
MC Muslimat

Saturday, January 29, 2011
Menuntun Tarbiyyah

Ada tiga sarana (wasilah) untuk mendidik iman. Pertama, selalu mentadabburi (mengamati, mempelajari, menghayati) tanda-tanda kekuasaan Allah Dzat Pencipta serta keluasan rahmat dan hikmah perbuatan-Nya. Tadabbur itu bisa dilakukan dengan penglihatan biasa (bashirah), bisa pula dengan penalaran akal sehat, dengan mentadabbur kekuasaan Allah, hasil-hasil ciptaan-Nya, gejala-gejala alam, kesempurnaan penciptaan manusia, juga ayat-ayat al-Qur’an.
Kedua, selalu mengingat kematian yang penuh kepastian.
Ketiga, mendalami fungsi semua jenis ibadah ibadah sebagai salah satu cara mendidik iman. Caranya dengan banyak mengerjakan amal shalih yang sendi utamanya adalah keikhlasan; juga memperbanyak doa dan harapan kepada Allah semata; menghindari riya’ dalam berkata dan bertindak; mencintai firman Allah; berkeyakinan bahwa kelak akan berjumpa langsung dengan Allah; terakhir, melanggengkan rasa syukur dalam keadaan apapun.
2. Tarbiyah Ruhiyah (mendidik ruhani)
Ibnu Qayyim mencatat 7 cara melakukan tarbiyah ruhiyah, yaitu: memperdalam iman kepada hal-hal (ghaib) yang dikabarkan Allah seperti azab kubur, alam barzakh, akhirat, hari perhitungan; memperbanyak dzikir dan shalat; melakukan muhasabah (introspeksi diri) setiap hari sebelum tidur; mentadabburi makhluk Allah yang banyak menyimpan bukti-bukti kekuasaan, ketauhidan, dan kesempurnaan sifat Allah; serta mengagungkan, menghormati, dan mengindahkan seluruh perintah dan larangan Allah.
3. Tarbiyah Fikriyah (mendidik pikiran)
Kegiatan tafakkur (merenung/berkontemplasi) menurut Ibnu Qayyim adalah menyingkap beberapa perkara dan membedakan tingkatannya dalam timbangan kebaikan dan keburukan. Dengan tafakkur, seseorang bisa membedakan antara yang hina dan yang mulia, dan antara yang lebih buruk dari yang buruk. Kata Imam Syafi’i, “Minta tolonglah atas pembicaraanmu dengan diam dan atas analisamu dengan tafakkur.” Ibnu Qayyim mengomentari kalimat itu dengan berkata, “Yang demikian itu dikarenakan tafakkur adalah amalan hati, dan ibadah adalah amalan jawarih (fisik), sedang kedudukan hati itu lebih mulia daripada jawarih, maka amal hati lebih mulia daripada amal jawarih. Di samping itu, tafakkur bisa membawa seseorang kepada keimanan yang tak bisa diraih oleh amal semata.” Sebaik-baik tafakkur adalah saat membaca al-Qur’an, yang akan mengantar manusia kepada ma’rifatullah (mengenal Allah).
4. Tarbiyah ‘Athifiyah (mendidik perasaan)
Naluri (insting), kesedihan, kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dan cinta merupakan perasaan-perasaan utama yang selalu mendera manusia. Sedangkan cinta adalah perasaan yang bisa menjadi motivasi paling kuat untuk menggerakkan manusia melakukan apapun. Maka Ibnu Qayyim memberi 11 resep mendudukan perasaan cinta, yaitu: menanamkan perasaan yang kuat bahwa seorang hamba sangat membutuhkan Allah, bukan yang lain; meyakinkan diri sendiri bahwa satu hati yang menjadi milik manusia harus dipenuhi hanya oleh satu cinta; mengokohkan perasaan bahwa pemilik segala sesuatu di dunia ini Allah semata; beribadah kepada Allah dengan nama-namanya Yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Zhahir, dan Maha Bathin demi menumbuhkan rasa fakir (butuh) kepada Allah; bersikap tegas bahwa tak ada yang lebih tinggi dan mulia kedudukannya sesudah Allah; menanamkan ma’rifat tentang betapa banyak nikmat Allah dan betapa banyak kelemahan kita; menanamkan ma’rifat bahwa Allah-lah yang telah menciptakan semua perbuatan hambanya dan telah menanamkan iman di dalam hatinya; menanamkan perasaan butuh pada hidayah Allah dalam setiap detik kehidupannya; serius memanjatkan doa-doa yang meminta pertolongan Allah dalam menghadapi apapun; menanamkan kesadaran penuh akan nikmat dan karunia-Nya yang begitu banyak; serta, menanamkan ilmu bahwa cinta kepada Allah merupakan tuntutan iman.
5. Tarbiyah Khuluqiyah (mendidik akhlaq)
Misi utama Rasulullah di muka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Contoh-contoh utama akhlaq mulia yang diharapkan dari seorang Muslim adalah sabar, syaja’ah (keberanian), al-itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), syukur, jujur, dan amanah. Cara mendidikkan aklaq yang mulia itu adalah: pertama, mengosongkan hati dari iktikad dan kecintaan kepada segala hal yang bathil; kedua, mengaktifkan dan menyertakan seseorang dalam perbuatan baik (al-birr); ketiga, melatih dan membiasakan seseorang dalam perbuatan baik itu; keempat, memberi gambaran yang buruk tentang akhlaq tercela; dan kelima, menunjukkan bukti-bukti nyata sebagai buah dari akhlaq yang mulia.
6. Tarbiyah Ijtimaiyah (mendidik bermasyarakat)
Pendidikan kemasyarakatan yang baik adalah yang selalu memperhatikan perasaan orang lain. Seorang Muslim dalam masyarakat tidak dibenarkan menyakiti saudaranya walaupun hanya dengan menebarkan bau yang tidak enak. Bahkan Ibnu Qayyim berpendapat, tidak cukup hanya tidak menyakiti perasaan, seorang Muslim harus mampu membahagiakan dan menyenangkan hati saudara-saudara di sekitarnya.
7. Tarbiyah Iradiyah (mendidik cita-cita)
Tarbiyah iradiyah berfungsi mendidik setiap Muslim untuk memiliki kecintaan terhadap sesuatu yang dicita-citakan, tegar menanggung derita di jalannya, sabar dalam menempuhnya mengingat hasil yang kelak akan diraihnya serta melatih jiwa dengan kesungguhan dalam beramal. Tanda-tanda iradah yang sehat adalah kegelisahan hati dalam mencari keridhaan Allah dan persiapan untuk bertemu dengan-Nya. Seseorang yang iradah-nya sehat juga akan bersedih karena menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak diridhai Allah. Sedangkan iradah yang rusak akan lahir dalam bentuk penyakit ilmu, pengetahuan, dan keahlian yang berlawanan dengan syari’ah Allah.
8. Tarbiyah Badaniyah (mendidik jasmani)
Seorang Muslim harus secara terprogram memperhatikan unsur badan, menjaganya dan memenuhi hak-haknya secara sempurna. Perhatian yang demikian akan mengantarkan seseorang pada ketaatan penuh dan kesempurnaan dalam menjalankan semua yang diwajibkan Allah kepadanya. Tarbiyah badaniyah ini meliputi: pembinaan badan di waktu sehat; pengobatan di waktu sakit; pemenuhan kebutuhan gizi; serta olah raga (tarbiyah riyadhah).
9. Tarbiyah Jinsiyah (pendidikan seks)
Insting seks merupakan sesuatu yang diciptakan Allah, yang segera diwadahi oleh satu-satunya lembaga halal yaitu pernikahan. Faedah dari seks (jima’) menurut Ibnu Qayyim adalah: pertama, menjaga dan melestarikan kehidupan manusia; kedua, mengeluarkan sperma yang jika tertimbun terlalu lama dalam tubuh akan membahayakan kesehatan manusia; dan ketiga, wasilah untuk memenuhi hajat seksual dan untuk meraih kenikmatan batin dan biologis.
Tarbiyah jinsiyah bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: memperbanyak pembicaraan tentang bahaya-bahaya zina dan berbagai kerusakan yang ditumbulkannya, termasuk ancaman terhadap dosa zina; menyebarluaskan peringatan dan penjelasan tentang bahaya serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan perilaku homoseksual; menjadikan kebiasaan untuk membatasi pandangan mata sebagai kebudayaan di tengah masyarakat; tidak berkata-kata maupun melangkahkan kaki kecuali kepada hal-hal yang pasti mendapat pahala dari Allah; menyatakan perang terhadap semua bentuk nafsu dan keinginan yang buruk; meniadakan waktu yang kosong; memperbanyak ibadah sunnah; melarang anak-anak bergaul dengan teman yang buruk akhlaqnya; melarang anak-anak dengan keras untuk mendekati khamr (minuman keras); serta melindungi anak dari penyimpangan fitrah kelaminnya.
Thursday, January 20, 2011
~Tulang Kita, bersedekah?~

Assalamualaikum wbt...
Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:
Setiap anggota badan manusia adalah sedekah baginya pada setiap hari apabila terbit matahari;engkau berlaku adil (iaitu mendamaikan) antara dua orang (iaitu dua orang yang berbalah) adalahsedekah, engkau membantu seseorang naik kenderaannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kenderaannya adalah sedekah, perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang engkau hayunkan kaki pergi sembahyang adalah sedekah dan menghilangkan sesuatu bahaya di jalanraya adalah sedekah.
Hadis riwayat al-lmam al-Bukhari dan Muslim.
Pengajaran hadis:
(1) Hadis ini menerangkan bahawa setiap amal perbuatan mukmin walaupun kadang-kadang dianggap biasa atau sedikit, akan mendapat pahala sedekah.
(2) Seorang mukmin boleh mendapat pahala sedekah hasil setiap pergerakan anggota tubuh badannya.Tangannya, kakinya, mulutnya dan akalnya berhak mendapat pahala sedekah apabila melakukan amal kebajikan.
(3) Ruang untuk mendapatkan pahala dalam lslam amat luas dan tidak hanya terbatas kepada amal ibadat khusus semata-mata, sehingga kadang-kadang tidak disangka bahawa sesuatu perbuatan yang dianggap biasa menjadi ibadat dan diberikan pahala.
Seorang doktor ahli bedah yang berfungsi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang. Bertahun-tahun mendalami ilmu bedah dan anatomi, akhirnya doktor tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.
Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan seorang doktor sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.
Dalam kaitannya dengan kaedah harian wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3 kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga).
Cuba kita perhatikan jumlah penyusunan tulang pada bahagian-bahagian tubuh yang dibasuh pada saat berwudhu;
a.Lengan dan tangan: 30 batang tulang yang terdiri ;
1 buah tulang lengan atas
2 buah tulang lengan bawah
8 buah tulang pergelangan tangan
19 buah tulang telapak dan jari-jari
b.Tungkai dan kaki (31 batang)
2 tungkai bawah
8 buah tulang pergelangan kaki
21 buah tulang telapak dan jari-jari
c.Wajah (12 batang)
1 buah tulang dahi
1 buah tulang baji
1 buah rahang atas
1 buah rahang bawah
1 buah tulang air mata
1 buah tulang pelipis
2 buah tulang hidung
2 buah tulang pipi
d.Rongga mulut dan hidung (41 batang)
32 gigi geligi
1 buah tulang langit-langit
1 buah rahang
7 buah sekat dan karang hidung
e.Kepala dan telinga (12 batang)
2 buah tulang pelipis
2 buah tulang ubun-ubun
1 buah tulang
1 buah tulang baji
1 buah tulang dahi
1 buah tulang belakang kepala
6 buah tulang pendengaran
Bahagian tubuh dari poin a-d dijumlahkan
30+31+12+41= 114.
Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena ketika berwudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi
114x3= 342.
Poin e tidak dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.
Angka ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia.
Dengan demikian membasuh anggota tubuh disaat berwudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh.
Apakah ini suatu kebetulan??
Thursday, January 13, 2011
Rentetan 1.1.11-11.1.11

Assalamualaikum wbt...







ALOR SETAR - Kira-kira 3,000 pelajar Kolej Universiti Insaniah (Kuin) di sini mengadakan demonstrasi di dewan utama kolej semalam selepas tidak berpuas hati dengan pihak pentadbiran yang didakwa mengabaikan keselesaan dan kebajikan mereka.
Demonstrasi sempena majlis Himpunan Mega Mahasiswa itu diketuai oleh Presiden Majlis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Kuin, Mohd. Faiz Arshad.
Pada demonstrasi aman itu, pelajar melaungkan 'hidup mahasiswa, hancur kezaliman' sambil memegang sepanduk 'kami sayang insaniah, insaniah sayang kami?' selain sepanduk yang menunjukkan gambar mi segera dengan perkataan 'ini saja yang mampu kami jamah'.
Sebanyak 28 masalah diutarakan seperti kenaikan yuran pengajian, kemudahan pembelajaran tidak mencukupi, tandas kotor dan rosak, terpaksa belajar di dewan kerana kekurangan kelas dan perkhidmatan pengangkutan tidak memuaskan.


ALOR SETAR, 12 Januari – “Saya cukup gembira dengan tunjuk perasaan itu dan saya nak latih mereka untuk bercakap dan saya juga berterima kasih kepada mereka”.
Itulah penjelasan Menteri Besar, YAB. Dato’ Seri Ustaz Azizan Abdul Razak ketika diminta mengulas mengenai tunjuk perasaan secara aman yang dilakukan oleh 2,000 penuntut Kolej Universiti Insaniah (KUIN) di sini semalam.
Menurutnya, mereka tidak berpuas hati dengan kemudahan yang disediakan dan Kerajaan Negeri memahami pendirian mereka kerana kampus baru KUIN sedang dibina di Kuala Ketil.
“Saya tahu kebocoran berlaku di sana sini kerana masalah kewangan yang tidak mencukupi di mana perbelanjaan untuk menyediakan kemudahan infrastruktur di KUIN diambil daripada wang pembayaran pengurusan penuntut KUIN,” katanya.
Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas mempengerusikan mesyuarat Exco di Wisma Darul Aman, di sini.
Menteri Besar menegaskan, penuntut-penuntut KUIN adalah terdiri daripada penuntut yang paling hebat dan beliau turut meminta pihak KUIN menyemak semula yuran yang dikenakan ke atas penuntut KUIN.
“Setiap seorang penuntut KUIN turut menerima elaun poket sebanyak RM1,150 dan satu semester, mereka menerima sebanyak RM1,000,” ujarnya.
Semalam, lebih 2,000 penuntut KUIN di sini mengadakan perhimpunan secara aman bagi menuntut pentadbiran kolej yang dimiliki Kerajaan Negeri menyelesaikan pelbagai isu membabitkan kebajikan pelajar.
Demonstrasi bersempena Himpunan Mega Mahasiswa itu diadakan bagi menuntut pelbagai isu berkaitan yang dikatakan menghimpit penuntut sebelum ini.
Perhimpunan itu dihadiri Rektor KUIN, Dato’ Dr. Jamil Osman dan Timbalan Rektor KUIN, Prof. Dr. Zakaria Man.
Terakhir Dikemaskini (Rabu, 12 Januari 2011 16:36)
.:::.Biasalah sesuatu yang kita lakukan itu, ada Pro & kontra nya.. ape yang penting, kita cuba melakukan yang erbaik untuk pihak-pihak yang menjadi majoriti datang kepada kita selain menjadi lebih bijak & profesional terhadap sesuatu perkara, insyaAllah, doa mereka untuk melihat kita GAGAL dalam pelajaran & kehidupan, kita serahkan semua urusan tersebut pada DIA yang selayaknya dalam urusan tersebut.
-kredit kpd ; asyrafbaharudin.blogspot.com coz copy pic dari blog dye (not all, but some person.).
wallahua'lam...